Implementasi Kriptografi Dalam E-KTP

Apa itu e-KTP,

e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.

Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup
Nomor NIK yang ada di e-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)

Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) biasanya menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari.

Penggunaan sidik jari e-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu. Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut:

Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:

 

 

  1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
  2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores
  3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar

Informasi penduduk yang dicantumkan dalam e-KTP ditunjukkan pada layout kasar berikut:
Untuk mendapatkan informasi di atas dari penduduk, wajib KTP harus mengisi formulir tipe F1.01.
Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut:

  1. Identitas jati diri tunggal
  2. Tidak dapat dipalsukan
  3. Tidak dapat digandakan
  4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada

 

Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:

  1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
  2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
  3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
  4. Printing,yaitu pencetakan kartu
  5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
  6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman
  7. e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.

Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.
Mengapa harus e-KTP?

Proyek e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya. Beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal berikut:

  1. Menghindari pajak
  2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota
  3. Mengamankan korupsi
  4. Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)

Kartu identitas elektronik telah banyak digunakan di negara-negara di Eropa antara lain Austria, Belgia, Estonia, Italia, Finlandia, Serbia, Spanyol dan Swedia, di Timur Tengah yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Maroko, dan di Asia yaitu India dan China.

Mendagri Gamawan Fauzi membeberkan keunggulan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang akan diterapkan di Indonesia, dibandingkan dengan e-KTP yang diterapkan di RRC dan India. Gamawan menyebut, e-KTP di Indonesia lebih komprehensif.

Di RRC, Kartu e-ID tidak dilengkapi dengan biometrik atau rekaman sidik jari. Di sana, e-ID hanya dilengkapi dengan chip yang berisi data perorangan yang terbatas. Sedang di India, sistem yang digunakan untuk pengelolaan data kependudukan adalah sistem UID (unique Identification), yang di Indonesia namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan). “UID diterbitkan melalui register pada 68 titik pelayanan, sedangkan program KTP elektronik di Indonesia akan dilaksanakan di 6.214 kecamatan,” ujar Gamawan. “Dengan demikian, KTP elektronik yang akan diterapkan di Indonesia merupakan gabungan e-ID RRC dan UID India, karena KTP elektronik dilengkapi dengan biometrik dan chip,”

Pengujian Kualitas Audio

LAPORAN PRAKTIKUM MULTIMEDIA II

MODUL 4

PRNGUJIAN KUALITAS AUDIO


Rudy Yanto Helmi

0901093027

Dosen Pembimbing :

Erwadi Bakar,M.Kom

Budhi Bakhtiar


MANAJEMEN INFORMATIKA

JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI

POLITEKNIK UNAND PADANG

2011

——————————————————————————————————————————–

PRAKTIKUM AUDIO DIGITAL
MODUL 4

PENGUJIAN KUALITAS AUDIO

1.      Tujuan

Membandingkan kualitas audio berdasarkan Bit Depth, Sample Rate dan Bit Rate

2.      Teori singkat

  • Sound

Suara atau audio adalah getaran udara pada frekwensi yang dapat didengar oleh telinga manusia sehingga disebut dengan frekwensi suara atau freuensi audio. Frekuensi audio berada diantara 20 Hz sd 20 KHz. Karakteristik suara ditentukan antara lain oleh freekuensi, amplitudo dan durasi.

Ada dua jenis audio yaitu audio analog dan audio digital. Audio analog adalah pengolahan suara asli (akustik ) melalui peralatan elektronik analog sedangkan audio digital adalah suara yang melalui pengolahan secara digital melalui komputer.

  • Format Sound
  1. MP3

MP3 (MPEG, Audio Layer 3) menjadi format paling populer dalam musik digital. Hal ini dikarenakan ukuran filenya yang kecil dengan kualitas yang tidak kalah dengan CD audio. Format ini dikembangkan dan dipatenkan oleh Fraunhofer Institute. Dengan bitrate 128 kbps, file MP3 sudah berkualitas baik. Namun MP3 Pro-format penerus MP3-menawarkan kualitas yang sama dengan bitrate setengah dari MP3. MP3 Pro kompatibel dengan MP3. Pemutar MP3 dapat memainkan file MP3 Pro-namun kualitas suaranya tidak sebagus peranti yang mendukung MP3 Pro. 

  1. AIF

Ekstensi nama file: .aiff, .aif, .aifc

File AIFF merupakan format file audio standar yang digunakan untuk menyimpan data suara untuk PC dan perangkat audio elektronik lainnya, yang dikembangkan oleh Apple pada tahun 1988. Standar dari file AIFF adalah uncomressed code pulse modulation (PCM), namun ada juga varian terkompresi yang dikenal sebagai AIFF, AIFF-C atau aifc, dengan berbagai kompresi codec.

  1.  Ogg Vorbis

Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis. Format lain yang disebutkan di atas umumnya dipatenkan dan pengembang peranti lunak atau pembuat peranti keras harus membayar lisensi untuk produk yang dapat memainkan file dengan format terkait.
Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas yang tinggi pada bitrate rendah dibandingkan format lain. Peranti lunak populer, Winamp dan pelopor pemutar MP3 portabel Rio sudah mendukung format ini dalam model terbarunya. Walaupun demikian dukungan peranti keras terhadap format ini masih jarang.

  1. WMA

Format yang ditawarkan Microsoft, Windows Media Audio (WMA) ini disukai para vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM adalah fitur untuk mencegah pembajakan musik, hal yang sangat ditakuti oleh studio musik saat ini. Kelebihan WMA lainnya adalah kualitas musik yang lebih baik daripada MP3 maupun AAC. Format ini cukup populer dan didukung oleh peranti lunak dan peranti keras terbaru pada umumnya.

  1. WAV

WAV merupakan standar suara de-facto di Windows. Awalnya hasil ripping dari CD direkam dalam format ini sebelum dikonversi ke format lain. Namun sekarang tahap ini sering dilewati karena file dalam format ini biasanya tidak dikompresi dan karenanya berukuran besar.’

  1. SES

Jenis file SES terutama terkait dengan ‘Audition’ oleh Adobe Systems Incorporated. Adobe Audition (dulu Cool Edit Pro) adalah editor audio digital program komputer yang menampilkan kedua multitrack, campuran non-destruktif / mengedit lingkungan dan melihat gelombang destruktif-pendekatan editing. Jenis file yang digunakan untuk diproduksi oleh Cool Edit (program shareware) sebelum Adobe membeli mereka keluar pada tahun 2003. File ini mirip dengan playlist dalam yang mengandung meta informasi tentang sesi tetapi tidak ada suara yang sebenarnya. Untuk menyimpan proyek multitrack Anda sebagai WAV atau.. MP3, buka File, lalu pilih Simpan mixdown As.

1)      MP3: MPEG 1 Audio Layer 3, format lossy audio codec yang paling umum sekarang. Meskipun tumpukan permasalahan paten, MP3 masih sangat populer. Siapa sih sekarang yang tidak memiliki file MP3?

2)       Vorbis: Format lossy yang free dan open source, digunakan lebih sering di game PC seperti Unreal Tournament 3. Penggemar FOSS, seperti banyak pengguna Linux, pasti akan melihat banyak format ini.

3)       AAC: Advanced Audio Coding, sebuah format standar yang sekarang digunakan dengan video MPEG4. Ini sangat didukung karena kompatibilitas dengan DRM (misalnya Apple Fairplay), pengembangan dari mp3, dan karena tidak diperlukan lisensi untuk streaming atau mendistribusikan konten dalam format ini. Penggemar Apple mungkin akan memiliki banyak file AAC.

4)      WMA: Windows Media Audio, format audio lossy Microsoft. Ini dikembangkan dan digunakan untuk menghindari masalah lisensi dengan format MP3, tetapi karena perbaikan besar dan kompatibilitas DRM, serta implementasi lossless, format ini masih ada. Format ini sangat populer sebelum iTunes menjadi juara musik DRM.

  • Kualitas sound

kualitas suara ditentukan oleh bit rate dan sample rate.bahwa semakin tinggi bit rate dan sample rate maka kualitas suara akan semakin bagus.

  • Bit Depth

Disamping Sample Rate, Kualitas Audio juga ditentukan oleh Bit Depth. Bit Depth adalah nilai resolusi suara atau jumlah tingkatan level suara.Audio 8 bit menyedia kan 2 pangkat delapan atau 256 level. Audio 16 bit menyediakan 65.536 level dan audio 32 bit memiliki jumlah jangkauan 2 pangkat 32 . Makin tinggi nilai jangkauan makin baik kualitas. Namun demikian ukuran file yang diperlukan juga semakin besar.

  • Sample Rate

Sample rate adalah menunjukkan nilai sinyal audio yang diambil dalam satu detik etika melakukan rekaman suara. Semakin tinggi nilai sample rate ini kualitas audio yang dimainkan semakin baik.Agar diperoleh suara digital yang bagus maka suara analog harus di-sampling sekitar 2 kali lipat frekuensi-nya. Karena frekuensi tertinggi suara sekitar 20 kHz, maka sampling yang terbaik haruslah minimal 44.100 sample/detik (kualitas CD).

  • Bit Rate

Dari uraian di atas, dapat kita definisikan bahwa bit rate adalah suatu ukuran kecepatan bit suatu data dari tempat satu ke tempat lain yang biasanya diukur dengan waktu seperti Kbps (Kilobit per second), Mbps (Megabit per second) dan seterusnya. Jadi kalau mau internetan, cari warnet atau WIFI yang besar bitnya biar download file atau main game onlinenya tidak perlu lama menunggu.

 Alat dan Bahan

  • HardwareKomputer,Cpu,Mouse Dan Speaker Active/Headphohe
  • SoftwareAdobe Audition 2.

4.      Langkah Kerja

Mengganti Sample rate dan Bit Dept

  1. Buka Adobe Audition
  2. Import File Sound
  3. Drag And Drop file sound ke Window Edit atau klik ganda file tersebut
  4. Buat Sesion baru : File – New
  5. Pada Jendala New Waveform Pilih Sample Rate dan Bit Rate sesuai dengan yang dibutuhkan
  6. Copy File sumber ke sesion baru
  7. Simpan file dengan nama lain ( File – Save As)
  8. Lakukan berulang sesuai dengan tabel

Menganti Bit Rate

  1. Import File Sound
  2. Drag And Drop file sound ke Window Edit atau klik ganda file tersebut
  3. Buat Sesion baru : File – New
  4. Copy File sumber ke sesion baru
  5. Simpan dengan nama lain
  6. Pada jendela Save As Klik tombbol Option – Advatage , Pilih nilai yang diperlukan.
  7. Klik Ok
  8. Lakukan berulang sesuai dengan tabel

5.         Tabel Pengujian

Sample Rate

Bit Dept

Ukuran File

Kualitas suara

44 100

32

32 7.292 kb

44 100

16

8 7.292 kb

44 100

8

16 7.292 kb

Membandingkan berdasarkan Sample Rate

Sample Rate  (Hz)

Bit Dept

Ukuran File

Kualitas Suara

11.025

16

16 912kb

22.050

16

16 1.823kb

32.000

16

16 3.646 kb

44.100

16

16 7.290kb

48.000

16

16 7.289kb

96.000

16

16 3646kb

Membandingkan berdasarkan Bit Rate

Bit Rate

Sample Rate

Ukuran File

Kualitas Suara

20

11025

570 kb

32

11025

912 kb

64

11025

Tidak ada Suara terasa

128

11025

Tidak ada Suara terasa

256

11025

Tidak ada Suara terasa

320

11025

Tidak ada Tidak bisa di convert

Bit Rate

Sample Rate

Ukuran File

Kualitas Suara

20

44100

Tidak ada Tidak bisa di convert pada bit rate disamping

32

44100

912 kb

64

44100

3645 kb

128

44100

7290 kb

256

44100

9113 kb

320

44100

1823 kb
  1. 1.      Hasil dan Pembahasan

bahwa hasil dari percobaan pertama,kedua, ketiga menunjukan kesamaan yang sama jika semakin tinggi bit rate,big dept,sample rate. maka suara yang didengar maka semakin bagus sebaliknya jika ketiganya rendah maka suara yang didengar semakin jelek dan tak enak untuk didengar.

ada dari percobaan diatas yang tidak bisa dikonvert karena format type dari keluaran terutama pada perbandingan pada bit rate . ada sewaktu-waktu bit rate tak sesuai dengan sample rate nya… karena bit rate pada sample rate ada yang tidak support. sesuai tabel diatas.
7.         Kesimpulan

Pada percobaan pertama Membandingkan berdasarkan Bit Dept . dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi bit dept dari sebuah sound maka suara itu semakin bagus sebaliknya jika big dept itu rendah maka ada noise(suara berisik) yang terdengar.

Pada percobaan kedua membandingkan kualitas suara berdasarkan sample rate. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi sample rate maka kulitas suara akan semakin bagus dan juga ukuran file dari suara tersebut semakin besar. Sebaliknya jika sample rate itu semakin rendah maka kualitas suara semakin jelek dan ukuran semakin kecil.

Pada percobaan ketiga membandingkan kualitas suara berdasarkan bit rate. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi bit rate maka kualitas suara akan semakin bagus dan juga ukuran file dari suara tersebut semakin besar. Sebaliknya jika bit rate itu semakin rendah maka kulitas suara semakin jelek dan ukuran semakin kecil.

Perbedaan Format Audio

FORMAT AUDIO

1. MP3
MP3 adalah salah satu format berkas pengodean suara yang memiliki kompresi yang baik (meskipun bersifat lossy) sehingga ukuran berkas bisa memungkinkan menjadi lebih kecil. Berkas ini dikembangkan oleh seorang insinyur Jerman Karlheinz Brandenburg. MP3 memakai pengodean Pulse Code Modulation (PCM). MP3 mengurangi jumlah bit yang diperlukan dengan menggunakan model psychoacoustic untuk menghilangkan komponen-komponen suara yang tidak terdengar oleh manusia.

2. WAV
WAV berasal dari kata bahasa Inggris yang merupakan singkatan waveform audio format merupakan standar format berkas audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM. WAV merupakan varian dari format bitstream RIFF dan mirip dengan format IFF dan AIFF yang digunakan komputer Amiga dan Macintosh. Baik WAV maupun AIFF kompatibel dengan sistem operasi Windows dan Macintosh. Walaupun WAV dapat menampung audio dalam bentuk terkompresi, umumnya format WAV merupakan audio yang tidak terkompres.

3. AIFF
AIFF adalah satu format audio mula-mula dikembangkan oleh Komputer Apel untuk menyimpan berkualitas tinggi mencontoh data audio. File AIFF adalah serupa dengan Windows MELAMBAIKAN file pada berdua ukuran dan mutu. Berdua AIFF dan file GELOMBANG dapat menggenggam audio mutu CD dan oleh karenanya dapat terbakar ke atas satu cd audio. Meskipun demikian format AIFF diciptakan oleh Apel, audio program pada keduanya MAC dan PC dapat secara khas membaca file.

4. WMA
WMA adalah satu tekanan data audio teknologi yang dikembangkan oleh Microsoft. Nama biasanya tunjuk ke berkas audio format ini atau audio ini codecs. Ini adalah satu teknologi dimiliki bentuk itu bagian dari kerangka Media Windows. WMA terdiri dari empat codecs berbeda. WMA Codec asli, diketahui secara sederhana sebagai WMA, dibenihkan sebagai satu kompetitor ke populer MP3 dan realAudio codecs. WMA Ahli, satu lebih baru dan lebih codec lanjutan, dukung multichannel dan audio daya pisah ketinggian. Hilangnya codec tanpa, Rugi WMA tanpa, memampatkan data audio tanpa rugi dari kesetiaan audio (format WMA tetap bukan rugi tanpa). Dan WMA Bersuara, targeted di dalam bersuara konten, menerapkan tekanan mempergunakan satu jangkauan bit rate rendah.

5. OGG
Ogg adalah format pemuat berkas video dan audio standar terbuka bebas yang dipelihara oleh Xiph.Org Foundation. Para pencipta format Ogg mengaku bahwa format ini tidak dibatasi oleh paten perangkat lunak dan dirancang untuk menyediakan streaming dan manipulasi yang efisien terhadap multimedia digital bermutu tinggi.
Nama “Ogg” merujuk kepada format berkas yang dapat memultiplekskan sejumlah codec sumber terbuka yang saling mandiri dan terpisah untuk audio, video, teks (seperti terjemahan film), dan metadata.

6. SES
Merupakan format file adobe audition. File yang sudah disimpan kedalam format ses dapat dilakukan pengeditan ulang melalui program adobe audition. Format ses memiliki ukuran yang relative kecil karena format ses tidak menyimpan file sound tapi hanya menyimpan struktur pengeditan pada program adobe audition sedangkan file soundnya hanya berupa alamat. Untuk membuka file ses gunakan adobe audition.

Bamboo Fun Pen Tablet

1. Fungsi Bamboo Fun Pen Tablet

fungsi dari Bamboo Fun Pen Tablet adalalah memudahkan user dalam menggunakan sebuah PC / computer. Seperti penggunaan PC dengan kemampuan layer sentuh atau laptop dengan touchpadnya. Dengan Bamboo fun pen tablet, user tidak lagi mengunakan mouse berkabel, cukup dengan bamboo fun pen tablet semua bisa di lakukan.

2. Cara Penggunaan dan Contoh Hasilnya

Bamboo fun pen tablet terdiri atas beberapa perangkat-perangkatnya, seperti : pen tablet, mouse, pen padnya (tempat pen yang akan di gunakan), tablet (terlihat seperti ipad dari kejauhan) yang bentuknya slim dan terdiri atas 5 tombol. Pen tablet tersebut terdiri atas 2 tombol.

Tablet tersebut terdiri atas 5 tombol:

1. kecil (<) fungsinya di gunakan untuk kembali (back) dari menu yang sedang di gunakan ke menu sebelumnya.

2. besar (>) fungsinya sama seperti di atas (kebalikanya)

Contoh nya : ketika membuka file di file manager

3.  fn1 fungsinya adalah meminimize aplikasi yang sdg di gunakan tadi

4. fn2 fungsinya adalah memilih aplikasi. hal itu sama seperti ketika kita menekan alt+tab di keyboard.

5. tombol yang di tengah fungsinya seperti arrow atas dan arrow bawah pada keyboard.

Contoh hasil Penggunaan Bamboo fun pen tablet :

Cara Penggunaan Bamboo Fun Pen Tablet

  1. Siapkan perangkat Bamboo Fun Pen Tablet.
  2. Pasangkan konektor USB pada Bamboo Fun Pen Tablet
  3. Lalu pasangkan pada port USB Komputer anda.
  4. Lakukan installasi driver bamboo fun tablet agar perangkat hardware dan software dapat bekerja.
  5. Setelah melakukan installasi driver maka lakukan percobaan dengan menggunakan bamboo mouse untuk mencoba fungsi mouse dari bamboo mouse. Percobaan seperti klik kanan, klik kiri, dan scroll.
  6. Lakukan percobaan pada bamboo pen. Seperti untuk menggambar, menulis, dan menggerakkan kursor dengan bamboo pen. Lakukan percobaan juga dengan fungsi lain pada bamboo fun tablet.
  7. Biasanya percobaan ini dapat dilakukan tanpa menginstal driverny
3. Keuntungan Bamboo Fun Pen Tablet
  1. Memudahkan dalam membuat sebuah animasi oleh para animator.
  2. Penggunaan mouse secara virtual yang dilakukan tanpa kabel di gunakan di atas bamboo tablet
  3. Penggunaan pen di lakukan di atas bamboo tablet sehingga kita lebih mudah dalam membuat sesuatu pada macromedia flash

Terimakasih…

Sejarah Komputer

Sejarah Komputer dan Perkembangannya

Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejah dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.

Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanjaan, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang mennghubungkan berbagai tempat di dunia.

Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar.

  1. Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia
  2. Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
  3. Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
  4. Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh

Tulisan ini akan memberikan gambaran tentang sejarah komputer dari masa ke masa, terutama alat pengolah data pada golongan 2, 3, dan 4. Klasifikasi komputer berdasarkan Generasi juga akan dibahas secara lengkap pada tulisan ini.

ALAT HITUNG TRADISIONAL dan KALKULATOR MEKANIK

Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi.

Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji-bijian geser yang diatur pada sebuh rak.  Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan.  Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.

Setelah hampir 12 abad, muncul penemuan lain dalam hal mesin komputasi.  Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623-1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.

Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit.  Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh.  Kelemahan alat ini adalah hanya terbataas untuk melakukan penjumlahan.

Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646-1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan.  Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda-roda gerigi.

Dengan mempelajari catatan dan gambar-gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.  Barulah pada tahun 1820, kalkulator mekanik mulai populer.  Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar.  Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.  Dengan kemampuannya, arithometer banyak dipergunakan hingga masa Perang Dunia I.  Bersama-sama dengan Pascal dan Leibniz, Colmar membantu membangun era komputasi mekanikal.

Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871).  Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika:mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu.  Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik.  Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil.  Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial.  Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis.  Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.  Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini.  Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik.  Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dlam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama.  Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.

Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini.  Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting.  Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.

Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan.  Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat.  Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan.  Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik.  Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel.  Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu.  Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data.  Tingkat kesalahan perhitungan juga dpat ditekan secara drastis.  Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualny ke masyarakat luas.  Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger.  Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembac kartu perforasi untuk usaha bisnis.  Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dn pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.

Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat p enemuan baru lainnya.  Vannevar Bush (1890-1974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931.  Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi.  Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.  Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik.  Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815-1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah.  Dengan mengaplikasikan kondisi benar-salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung-terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940.  Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

KOMPUTER GENERASI PERTAMA

Dengan terjadinya Perang Dunia Kedua, negara-negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan komputer untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer.  Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer.  Pada tahun 1941, Konrad Zuse, seorang insinyur Jerman membangun sebuah komputer, Z3, untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali

Pihak sekutu juga membuat kemajuan lain dalam pengembangan kekuatan komputer.  Tahun 1943, pihak Inggris menyelesaikan komputer pemecah kode rahasia yang dinamakan Colossus untuk memecahkan kode-rahasia yang digunakan Jerman.  Dampak pembuatan Colossus tidak terlalu mempengaruhi perkembangan industri komputer dikarenakan dua alasan.  Pertama, colossus bukan merupakan komputer serbaguna (general-purpose computer), ia hanya didesain untuk memecahkan kode rahasia.  Kedua, keberadaan mesin ini dijaga kerahasiaannya hingga satu dekade setelah perang berakhir.

Usaha yang dilakukan oleh pihak Amerika pada saat itu menghasilkan suatu kemajuan lain.  Howard H. Aiken (1900-1973), seorang insinyur Harvard yang bekerja dengan IBM, berhasil memproduksi kalkulator elektronik untuk US Navy. Kalkulator tersebut berukuran panjang setengah lapangan bola kaki dan memiliki rentang kabel sepanjang 500 mil.  The Harvd-IBM Automatic Sequence Controlled Calculator, atau Mark I, merupakan komputer relai elektronik.  Ia menggunakan sinyal elektromagnetik untuk menggerakkan komponen mekanik.  Mesin tersebut beropreasi dengan lambat (ia membutuhkan 3-5 detik untuk setiap perhitungan) dan tidak fleksibel (urutan kalkulasi tidak dapat diubah).  Kalkulator tersebut dapat melakukan perhitungan aritmatik dasar dan persamaan yang lebih kompleks.

Perkembangan komputer lain pada masa kini adalah Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC), yang dibuat oleh kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan University of Pennsylvania.  Terdiri dari 18.000 tabung vakum, 70.000 resistor, dan  5 juta titik solder, komputer tersebut merupakan mesin yang sangat besar yang mengkonsumsi daya sebesar 160kW.

Komputer ini dirancang oleh John Presper Eckert (1919-1995) dn John W. Mauchly (1907-1980), ENIAC merupakan komputer serbaguna (general purpose computer) yang bekerja 1000 kali lebih cepat dibandingkan Mark I.

Pada pertengahan 1940-an, John von Neumann (1903-1957) bergabung dengan tim University of Pennsylvania dalam usha membangun konsep desin komputer yang hingga 40 tahun mendatang masih dipakai dalam teknik komputer.  Von Neumann mendesain Electronic Discrete Variable Automatic Computer(EDVAC) pada tahun 1945 dengan sebuh memori untuk menampung baik program ataupun data.  Teknik ini memungkinkan komputer untuk berhenti pada suatu saat dan kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.  Kunci utama arsitektur von Neumann adalah unit pemrosesan sentral (CPU), yang memungkinkan seluruh fungsi komputer untuk dikoordinasikan melalui satu sumber tunggal.  Tahun 1951, UNIVAC I (Universal Automatic Computer I) yang dibuat oleh Remington Rand, menjadi komputer komersial pertama yang memanfaatkan model arsitektur von Neumann tersebut.

Baik Badan Sensus Amerika Serikat dan General Electric memiliki UNIVAC.  Salah satu hasil mengesankan yang dicapai oleh UNIVAC dalah keberhasilannya dalam memprediksi kemenangan Dwilight D. Eisenhower dalam pemilihan presiden tahun 1952.

Komputer Generasi pertama dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.  Setiap komputer memiliki program kode-biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language).  Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.

Ciri lain komputer generasi pertama adalah penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar) dn silinder magnetik untuk penyimpanan data.

KOMPUTER GENERASI KEDUA

Pada tahun 1948, penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer.  Transistor menggantikan tube vakum di televisi, radio, dan komputer.  Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.

Transistor mulai digunakan di dalam komputer mulai pada tahun 1956.  Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti-magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya.  Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer.  IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery-Rand membuat komputer bernama LARC.  Komputer-komputer ini, yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom.  Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya. Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C.  Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly.  Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan-singakatan untuk menggantikan kode biner.

Pada awal 1960-an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan.  Komputer-komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor.  Mereka juga memiliki komponen-komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.

Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secaa luas di kalangan industri.  Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis-bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan

Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer.  Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis.  Dengan konsep ini, komputer dapa tmencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.  Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu.  Bahasa pemrograman Common Business-Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan.  Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata-kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia.  Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer.  Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer).  Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.

KOMPUTER GENERASI KETIGA

Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian-bagian internal komputer.  Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini.  Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958.  IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa.  Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen-komponen ke dalam suatu chip tunggal yang disebut semikonduktor.  Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen-komponen dapat dipadatkan dalam chip.  Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan sistem operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.

KOMPUTER GENERASI KEEMPAT

Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik.  Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal.

Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan.  Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer.  Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer.  Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil.  Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik.  Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan.  Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dn mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor

Perkembangan yang demikian memungkinkan orang-orang biasa untuk menggunakan komputer biasa.  Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan-perusahaan besar atau lembaga pemerintah.  Pada pertengahan tahun 1970-an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum.  Komputer-komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam.  Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet.  Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.

Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah.  Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982.  Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan.  Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).

IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan sistem grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks.  Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.

Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat.

Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara-cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan.  Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer-komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya.  Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas.  Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar.

KOMPUTER GENERASI KELIMA

Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda.  Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.

Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi-fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia.  Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin.  Fasilitas ini tampak sederhan.  Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertia manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata-kata secara langsung.

Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima.  Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model non Neumann. Model non Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak.  Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.

Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia. Kita tunggu informasi mana yang lebih valid dan membuahkan hasil.

Makalah Dampak Sosial Teknologi Informasi

KATA PENGANTAR

Bismillahhirrohmanirrohim.

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT serta sholawat serta salam tercurahkan ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Pengantar Teknologi Informasi dengan judul Dampak Sosial Teknologi Informasi.

penulisan makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari segala pihak yang membantu menyelesaikan makalah ini.
Maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Direktur Utama Politeknik Negeri Padang
2. Ketua Jurusan Teknologi Informasi yang telah memberikan tugas untuk pembuatam makalah ini
3. Rekan-rekan se-angkatan yang membantu,mendorong serta memberikan informasi yang sangat diperlukan dalam penyusunan makalah ini hingga dapat terselesaikan
4. Semua pihak yang telah ikut berpartisipasi serta telah memberikan semangat dalam membantu menyelesaikan makalah ini

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan sumbangan pikiran, pendapat serta saran – saran yang berguna demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.
Terima Kasih

PADANG, 16 Januari 2010

Penulis

Bab I

Pendahuluan

Saat ini dunia teknologi informasi dan komunikasi berkembang amat cepat. Demikian cepatnya sehingga kebutuhan manusia akan informasi tersedia dengan bebas dan tanpa batas. Namun dari keadaan tersebut disamping banyak manfaat yang diberikan kepada pemenuhan kebutuhan manusia akan informasi dalam melakukan aktifitat hidupnya juga memberikan pengaruh datau admpat yangtidak baik.

Penggunaan teknologi yang tidak tepat dapat menimbulkan keresahan dan cenderung mengganggu kepentingan orang lain.

Bab II

Isi

Dampak Sosial Teknologi Informasi

DAMPAK POSTIF DAN NEGATIF PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI ( INTERNET )

Dalam peradaban manusia, kini tekhnologi informasi berkembang dengan sangat baik.
kemajuan teknologi itupun semakin menjalar, perangkat teknologi saat ini tidak hanya dipakai oleh kalangan tertentu tetapi sudah sangat meluas dari lingkungan kota hingga lingkungan pedesaan, dimana semuanya mungkin sudah dapat mengerti dasar dasar pemakaian alat tekhnologi informasi dengan mudahnya.
sebut saja pemakaian komputer, hingga pemakaian teknologi komunikasi seperti handphone kini sudah merayap dari atas sampai kebawah.

pada zaman dahulu kala perkembangan teknologi informasi tentu tidak seperti saat ini, dahulu komputer digunakan sekedar untuk menyelesaikan masalah perhitungan,pekerjaan, mengetik, sampai pemrograman.
namun kini sejak berkuasanya tekhnologi jaringan dimana komputer dapat berhubungan dalam jarak yang sangat jauh sekalipun dimana komunikasi dengan komputer pun dapat dilakukan.

semakin kedepan tekhnologi informasi ini semakin canggih dengan banyaknya fasilitas yang dapat kita gunakan (multimedia) bayangkan saja; saat ini hanya dengan komputer kita dapat melakukan aktifitas pekerjaan yang cakupannya sangat luas tergantung kita yang membutuhkan seperti menulis,print,pemrograman,perhitungan,pemutar audio-video,telekomunikasi dan internet yang membuat kita terhubung dengan dunia sekalipun.

seiring berkembangnya teknologi informasi ini tidak dapat kita pungkiri bahwa semua itu tidak lepas dari berkembangnya internet service.
seperti kita ketahui dunia internet sekarang dengan sangat mudah dapat kita akses karna banyaknya penyedia layanan internet (ISP) yang memberikan layanan internet acces kepada konsumennya dengan tarif yang murah sekalipun. beragamnya ISP diindonesia untuk memberikan layanan dan meraup keuntungan tentunya, mereka berlomba lomba merebut pasar dan konsumen dengan menyediakan layanan murah untuk konsumennya.

kini akses internet mungkin sudah menjadi keseharian tiap orang. hal ini dapat kita buktikan dengan hanya melirik isi warnet yang penuh atau ramai dikunjungi orang. hal ini juga berarti budaya konsumerisme untuk internet di indonesia semakin tinggi.

menurut saya dalam perjalanan perkembangan sesuatu. pasti ada yang namanya kelebihan dan kekurangan.
sebut saja dampak positif dan negatifnya internet sudah jelas pasti ada.

Dampak positif :

  • kita dapat menyelesaikan pekerjaan dengan semakin mudah dibantu perangkat teknologi yang semakin berkembang dan mudah digunakan.
  • kita dapat berkomunikasi dengan orang lain dengan fasilitas e-mail,chat,sampai komunikasi secara langsung (pembicaraan) sekalipun melalui internet.
  • munculnya bermacam macam komunitas dari internet itu sendiri.
  • kita dapat dengan mudah mencari informasi yang kita butuhkan. apalagi dengan adanya bantuan web search engine seperti google search/yahoo searh dsb.
  • kita dimungkinkan berbelanja melalui media internet.
  • seiring berkembangnya bahkan internet dapat kita akses di genggaman tangan kita sendiri yaitu dengan media handphone ini sangat positif karena akses internet dapat kita lakukan dengan mudahnya serta dengan tarif yang relatif sangat murah pula.
  • dsb.

Dampak negatif :

  • munculnya para penipu yang memanfaatkan internet.
  • munculnya budaya plagiarisme. dengan mudahnya informasi di cetak ulang tanpa izin dari pemberi informasi atau tanpa menulis sumbernya. hal ini udah biasa kita sebut ‘copast’ copy paste.
  • munculnya pornografi/konten konten dewasa. menurut saya hal ini sangat tidak masalah dipandang dari segi konten dewasa. namun yang menjadi  sisi negatifnya adalah dengan mudahnya pornografi/konten dewasa diakses anak anak dibawah umur.
  • munculnya pencurian dengan mengambil/menghack. mungkin ini merupakan kesenangan atau kelebihan ilmu si pencuri namun tetap saja pencurian itu tidak dibenarkan bro.
  • dengan semakin mudahnya berbelanja lewat internet kita dapat meningkatkan budaya konsumsi yang menimbulkan sifat boros dan tentu berefek tidak baik untuk kantong.
  • dsb.

Bab III

Penutup

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa internet banyak membantu

manusia dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Internet bisa berdampak positif dan juga negatif tergantung cara kita menggunakannya.

demikianlah Dampak Sosial Teknologi Informasi (internet) yang dapat saya sampaikan melalui tulisan saya ini.

Daftar Pustaka

http://xlvalezlx.blogspot.com/2009/10/dampak-positif-dan-negatif-perkembangan.html

http://nonikbrilliana.blogspot.com/2009/09/dampak-positif-dan-negatif-teknologi.html

http://syopian.net/blog/?p=1039

MAKALAH PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DI BIDANG PEMERINTAHAN

KATA PENGANTAR

Bismillahhirrohmanirrohim.

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT serta sholawat serta salam tercurahkan ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Pengantar Teknologi Informasi dengan judul PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DI BIDANG PEMERINTAHAN.

Adapun penulisan makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari segala pihak yang membantu menyelesaikan makalah ini.
Maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Direktur Utama Politeknik Negeri Padang
2. Ketua Jurusan Teknologi Informasi yang telah memberikan tugas untuk pembuatam makalah ini
3. Rekan-rekan se-angkatan yang membantu,mendorong serta memberikan informasi yang sangat diperlukan dalam penyusunan makalah ini hingga dapat terselesaikan
4. Semua pihak yang telah ikut berpartisipasi serta telah memberikan semangat dalam membantu menyelesaikan makalah ini

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan sumbangan pikiran, pendapat serta saran – saran yang berguna demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.
Terima Kasih

PADANG, 17 Januari 2010

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………  i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………… ii

BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………..1
1.1 Latar Belakang …………………………………………………………………………… 1
1.2 Tujuan Penulisan ……………………………………………………………………….. 3
1.3 Sistematika Penulisan …………………………………………………………………. 3

BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………………………..  4
2.1 E-Government Dan Kesiapan Indonesia …………………………………………. 4
2.2 E-Participation Terhadap E-Government ……………………………………….  5
2.3 Dampak E-Government ……………………………………………………………….  6
2.4 Dukungan Teknologi Informasi Untuk
Pelayanan Publik …………………………………………………………………………….  7
2.5 Insprastruktur Ti ……………………………………………………………………….  9
2.6 Peran Ti Dalam Good Government ……………………………………………….  12

BAB III PENUTUP…………………………………………………………………………………….. 16
Analisa Dan Kesimpulan………………………………………………………………….  16

BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang

Ditemukannya sejuhlam identitas ganda yang dimiliki sejumlah teroris dan anggota masyarakat yang sempat diperiksa kepolisian, pemalsuan paspor oleh para penjahat kerah putih, serta kasus surat “peringatan” dari Direktorat Pajak belum lama ini yang ternyata banyak salah sasaran memiliki benang merah yang sama. Hal-hal tersebut menghangatkan kembali diskursus tentang buruknya tata kependudukan di Indonesia.
Berbagai anomali administrasi itu mengindikasikan tidak adanya kesungguhan dalam merapikan data kependudukan yang sesungguhnya sangat penting. Data yang ada ternyata tidak akurat, tidak relevan, dan tidak diintegrasikan oleh instansi-instansi terkait. Akibatnya, pada level pemerintahan, nyaris tidak ada manfaatsama sekali yang bisa diperoleh dari data kependudukan tersebut. Pada saat yang sama masyarakat sudah kadung memandang sinis bahwa surat-surat kependudukan bahkan yang paling mendasar sekalipun (Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk, dan Surat Izin Mengemudi) dianggap sebagai sesuatu yang kegunanaannya tidak lebih dari “sekedar jaga-jaga saat ada insfeksi”.

Problem-problem diatas, dapat teratasi lewat pembangunan tata pemerintahan, termasuk kependudukan, berbasis elektronik (electronic based government, e-government). Secara pragmatis, e-government dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menekan praktek penyimpangan administrasi negara. Lebih mendasar lagi,dari kaca mata politik demokrasi, melalui tiga kerangka kerjanya, yang terdiri atas e-government consultation, dan e-decision-making, komitmen dan keberhasilan pemerintah suatu negara, dalam menyelenggarakan e-government dapat dijadikan indikator kesediaan pemerintah tersebut dalam berbagi informas dan pengetahuan dengan warganya.
Secara lebih mendalam departemen instansi pemerintah dalam mempersiapkan visi dan misi kebijaka teknologi informasi, lebih melihat pada faktor equity (menjadikan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi penggunaan umum). Dibandingkan dengan keempat faktoryang lainnya yaitu demokratisasi, transparansi, akuntabilitas dan globalisasi. Untuk mencapai target penerapan teknologi informasi yang efektif perlu diadakan komputerisasi pemerintahan atau e-government dan sumber daya manusia dan pendidikan. Alasannya karena penerapan teknologi informasi akan menjadi optimal apabila Am/pengetahuan para pemakai atau pengguna jasa teknologi benar-benar memahami teknologi sehingga sasaran penerapan teknologi informasi tercapai.

Untuk mencapai pada tingkat e-government maka langkah pertama yang menjadi sasaran jangka pendek adalah :
1. Perlu adanya persiapan sumber daya manusia dan teknologi informasi.
2. Pelayanan informasi publik.
3. Pengadaan teknologi informasi

1.2       Tujuan Penulisan

Tulisan ini bertujuan untuk :
1. Para pembaca lebih memahami tentang teknologi informasi.
2. Pembaca mengetyahui manfaat teknologi informasi
3. Pembaca mengetahui sejauh mana tingkat kemajuan pemerintah Indonesia dalam bidang teknologi informasi.

1.3       Sistematika Penulisan
Dalam membuat tulisan ini kelompok kami memakai metode studi kepustakaan dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan topik pembahasan serta mencoba mengakses dari berbagai situs internet. Adapun kerangka penulisan ini terdiri dari :
1. Bab I Pendahuluan
2. Bab II Isi
3. Bab III Analisa dan Kesimpulan

BAB II
ISI

2.1       E-Government dan Kesiapan Indonesia

Kendati e-Government diyakini andal, penelitian yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap 21 instansi pelayanan publik nasional di 919 negara (pada 2003) menemukan bahwa pembangunan e-government bukanlah perkara penyediaan perangkat teknologi semata. Masalahyang lebih kompleks justru berkutata pada penyiapan sumber daya manusia, yakni para pengguna (anggota masyarakat) dan penyedia sekaligus pengolah informasi (instansi pelayanan publik).

Dari sisi pengguna syarat paling mendasar bagi keberhasilan teknologi informasi, komunikasi yang signifikan dikalangan masyarakat. Lebih luas lagi information Cociety Comission (2003) menyebutkan bahwa kesiapan e-government dapat diantimasi berdasarkan posisi atau suatu negara pada Human Development Index (HDU).
Menjadikan HDI sebagai dasar untuk mengukur kesiapan Indonesia dalam ber e-government tampaknya menghasilkan gambaran yang tidak begitu menggembirakan. Meskipun menunjukkan peningkatan pada sejumlah indikator kesejahteraan manusia, posisi Indonesia pada 2004, dibandingkan dengan 2003 hanya naik satu anak tangga ke peringkat 111 dari sekitar 170 yang diteliti. Ini berarti masih dibutuhkan upaya keras jangka panjang guna memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia, sebagai persyaratan langsung bagi e-participation.

2.2       E-Participation Terhadap E-Government

e-participation bermakna sebagai derajat keikutsertaan masyarakat dalam kedudukannya selaku subyek sekaligus objek e-government. Subyek dalam pengertian bahwa masyarakat merupakan pihakyang memiliki kesempatan dan inisiatif untuk mempengaruhi pemerintah dalam perumusan berbagai kebijakan publik. Dan obyek dengan makna bahwa kebijakan-kebijakan itu pada gilirannya akan dikenakan pada seluruh masyarakat juga.
Secara simultan e-government juga mengaharuskan adanya kesediaan dan kepastian generik aparat pelayanan publik dalam mengelola informasi demi kepentingan para stakeholder. Dimilikinya situs resmi oleh hampir semua instansi pemerintah pada kenyataannya tidak disertai oleh pengelolaanyang konsisten terhadap situs-situs tersebut. E-information berkualitas rendah akibat situs yang hanya berisikan informasi usang. Beragam masukan juga tidak ditanggapi dengan baik, dan segera yang menyebabkan e-consultation tidak berjalan dengan semestinya.

Saat e-information dan e-consultation tidak terealisasi, e-decision making lebih parah lagi. Situs tidak berfungsi optimal sebagai media interaktif antara masyarakat dan para pelayannya. Akibatnya manfaat situs-situs pelayanan publik itu terhadap proses demokratisasi pun sangat rendah karena tidak mendorong masyarakat untuk aktif urun rembuk dalam peningkatan kualitas pelayananserta penyusunan dan perubahan kebijakan publik.

2.3       Dampak E-Government

Keberadaan e-government akan berimbas pada dimensi sumber daya manusia disetiap pelayanan publik. Tidak tertutup kemungkinan akan meruyaknya kekhawatiranyang disebabkan oleh rasionalisasi jumlah karyawan. Karyawan yang dinilai tidak memiliki kesediaan dan kemampuan generik untuk menjalankan e-government akan berhadapan dengan dua resiko; diberhentikan (retrenchment) atau menjadi pelatihan dalam rangka membentuk kompetensi lunak (soft compentencies) dan keterampilan kerjaserta mengintegrasikan diri kedalam struktur informasi yang baru.
Sementara kompetensi lunak berfokus pada mentalitas kerja, pelatihan keterampilan kerja dipusatkan pada bidang berteknologi informasi dan komunikasi, manajemen proyek, manajemen perubahan,serta kemampuan membangun kemitraan. Terkait dengan begitu pentingnya penyiapan para aparat pelayanan publik, Information Society Commision (2003) menegaskan, kepemimpinan memainkan peran sangat penting dalam menciptakan atmosfer positif bagi perubahan birokrasi kantor-kantor pemerintah. Dengan lompatan kuantum kearah implementasi e-government kita bisa berharap,tata pemerintahan dan kependudukan di Indonesia akan berlangsung lebih demokratis, efisien, dan bersih.

2.4       Dukungan Teknologi Informasi Untuk Pelayanan Publik.

Saat ini informasi yang dapat diakses oleh publik masih amat terbatas sifatnya, berupa informasi umum mengenai departemen/institusi dan belum berupa informasi yang berkaitan dengan sistem prosedur atau tata cara yang berhubungan dengan pelayanan publik. Salah satu yang menyebabkan keterbatasan ini adalah tidak adanya acuan atau panduan di tingkat nasional, seperti yang diharapkan oleh sebagian besar departemen/institusi tersebut dalam bentuk suatu kebijakan yang jelas untuk menyebarkan informasi atau data secara umum kepada publik.

Di sisi lain sebagian besar departemen/institusi melihat belum mapannya dukungan infrastruktur dan kurangtnya ketersediaan sumber dana dan sumber daya manusiayang memadai sebagai beberapa kendala yang harus diatasi sebelum pelayanan publik dengan dukungan teknologi informasi dapat ditingkatkan.
Dari sisi dampak positif akan penerapan teknologi informasi dalam pelayanan publik, sebagian besar departemen/institusi lebih mengharapkan adanya peningkatan kerja organisasinya sendiri dalam bentuk meningkatnya pelayanan dan efisiensi dari birokrasi, walaupun sebagian sudah melihat adanya peningkatan dalam aspek transparansi birokrasi.
a. Pengembangan dan riset teknologi informasi

Kegiatan pengembangan yang banyak dilakukan oleh departemen/institusi pemerintah adalah pengembangan perangkat lunak. Sedangkan produk “lokal” yang sering mereka gunakan adalah masih sebatas jasa pelatihan.
Sebagian besar menganggap faktor dana sebagai penghambat utama dalam pengembangan ini.

Ke depan, mereka mengharapkan dukungan strategi, prioritas dan arah kebijakan riset dan strategi pengembangan tenaga ahli di bidang teknologi informasi sebagai bagian dari kebijakan nasional di bidang teknologi informasi untuk dapat meningkatkan jumlah dan mutu hasil riset di bidang teknologi informasi.

b. Manajemen dan evaluasi teknologi informasi

Sudah cukup banyak departemen/institusi pemerintah yang sadar akan perlunya suatu evaluasi investasi teknologi informasi sebagai bahan untuki membuat rencana ke depan. Namun, belum semuanya melihat dari kebutuhan evaluasi internal.

Kendala utama yang dirasakan menghambat evaluasi pemanfaatan teknologi adalah karena hal ini belum menjadi bagian atau keharusan dari investasi teknologi informasi.

Dalam melakukan evaluasi keberhasilan investasi teknologi informasi, maka departemen/institusi pemerintah menganggap kriteris yang paling adalah efeksifitas dan kualitas dalam pelayanan kemudian diikuti oleh produktivitas dan pelayanan organisasi serta pemanfaatan dan utilisasi teknologi informasi. Sementara faktor efisiensi dalam mengurangi biaya operasi dan penyelenggaraan dan pengelola korporat (organisasi perusahaan) yang efektif dan baik masih belum dilihat sebagai kritel yang penting untuk dievaluasi.

Sementara itu, hampir semua departemen/institusi pemerintah menganggap peran dan dukungan pimpinan (manajemen puncak) dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi sebagai faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan investasi di bidang teknologi informasi.

2.5 Infrastruktur Teknologi Informasi

Kondisi perangkat keras, sebagian besar departemen/institusi pemerintah umumnya terdiri dari PC yang tampaknya telah terhubung dalam suatu jaringan lokal. Sebagian besar dari instansi ini telah memiliki hubungan ke internet melalui ISP namun demikian, interkoneksi ke internet ini masih sederhana, konfigurasinya hal ini terlihat dari kecilnya jumlah institusi yang menggunakan perangkat Network Security atau Network Management.

Dari sisi perangkat lunak, sebagian besar departemen/institusi pemerintah menggunakan aplikasi office automation seperti word processing, dll. Database management system dan aplikasi-aplikasi internet, seperti Web Publishing. Walaupun sebagian besar institusi telah menggunakan komputer untuk fungsi-fungsi yang umum ini, namun demikian masih ada institusi yang sama sekali belum memanfaatkannya.

Dari sisi pengembangan infrastruktur teknologi informasi departemen/institusi pemerintah masih banyak yang mendapatkan bantuan pihak luar dalam bentuk konsultasi pengembangan hal ini mungkin mengindikasikan masih belum memadainya kemampuan internal dalam merencanakan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Lebih lanjut, sebagian besar institusi menyatakan pola pengembangan infrastrukturnya dilakukan secara terencana. Walaupun demikian, cukup banyak pula yang menyatakan pola pengembangannya disesuaikan dengan kondisi keuangan departemen. Dalam hal pengelolaan infrastruktur tersebut, mereka cukup banyak yang bekerja sama dengan organisasi pusatnya tampaknya pola “sentralisasi” masih cukup kuat disini. Suatu bentuk penggunaan informasi secara bersama-sama telah mulai dilakukan, hal ini tampak dari jawaban cukup banyak departemen/institusi. Namun demikian, kerja sama ini sebagian besar menghadapi kendalam dalam bentuk integrasi data dan integrasi aplikasi. Salah satu penyebabnya kemungkinan adalah belum diterapkannya standarisasi.

Dari sisi kebutuhan infrastruktur teknologi informasi untuk jangka pendek, sebagian besar departemen/institusi merasakan kebutuhan akan aplikasi dan basis data sebagai kebutuhan utama diikuti oleh perangkat telekomunikasi dan akses jaringan komputer global/nasional serta integrasi dengan organisasi lain yang terkait. Sedangkan dari sisi proses/prosedurnya, yang perlu mendapatkan perhatian adalah panduan manajemen dan operasi.
a. Hukum dan isu nasional

Sebagian besar departemen/institusi pemerintah menyadari perlunya suatu kebijakan kerangka hukum secara nasional dan menyeluruh dengan pengaturan HAKI dan akses publik sebagai isu-isu menonjol yang dianggap masih kurang penanganannya.
Dari sisi cakupannya, kerangka hukum nasional dalam bidang teknologi informasi diharapkan mencakup keseluruhan aspek secara mendasar dan bukan secara persial seperti penyesuaian atau penambahan dari hukum yang telah ada.

Dari sisi regulasi, sebagian besar menganggap regulasi untuk melindungi hak cipta mengatasi sengketa dalam transaksi elektronis mendukung transaksi elektronis dan memberikan hak yang sama terhadap informasi sebagai bidang-bidang yang mendesak dan belum mendapat perhatian.

Dari sisi penerapan hukum dalam bidang teknologi informasi, pemerintah diharapkan untuk secepatnya melengkapi produk perangkat hukum baru yang mengatur teknologi informasi selain itu pemerintah juga diharapkan meningkatkan kualitas aparat hukum dan memiliki acuan kerangka hukum teknologi informasi nasional. Dalam konteks daerah, pemerintah daerah diharapkan dapat membuat kebijakan sendiri secara penuh tetapi tetap mengacu ke pusat walaupun ada yang mengharapkan pembagian kebijakan yang jelas antara pusat dan daerah. Untuk menyelaraskan kebijakan teknologi informasi di pusat dan daerah ini maka kebijakan nasional harus:
Mencakup pemberdayaan masyarakat di daerah dalam bisang teknologi informasi.
Mencakup pelatihan SDM bidang TI di daerah
Mendorong tanggung jawab dan kerja sama departemen/institusi di pusat dan daerah dalam pengembangan SDM.
Kebijakan untuk meningkatkan pendidikan teknologi informasi di daerah.

2.6       Peran TI Dalam Good Government

Berkaitan dengan peran teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good government) sebagian besar departemen/ institusi tampaknya akan memerlukan waktu untuk mempersiapkan diri. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pemanfaatan teknologi informasi di sebagian besar departemen/institusi seperti pada kasus-kasus berikut :

Dalam konteks penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik, teknologi informasi masih dianggap sebagai alat “pengotomasi proses” yang diharapkan dapat mengurangi proses yang dilakukan secara manual dibanding sebagai alat yang dapat mengurangi birokrasi.

Dalam konteks partisipasi semua pihak untuk penyusunan kebijakan, teknologi informasi masih dianggap sebagai alat yang mempermudah pengumpulan informasi dibanding sebagai alat yang dapat membuka komunikasi dengan pihak luar seperti publik atau instansi lain.

Dalam konteks keterbukaan (transparansi) internal, teknologi informasi masih dianggap sebagai sarana penyedia akses dibanding sebagai sareana penyediaan informasi yang lebih spesifik seperti latar belakang suatu kebijakan misalnya.
Dalam konteks pelaksanaan suatu kebijakan, teknologi informasi masih dilihat sebagai sarana untuk mempercepat pelaporan dibanding sebagai sarana untuk membantu proses monitoring.

Dalam konteks peningkatan kualitas suatu kebi akan teknologi informasi masih dilihat sebagai sarana untuk memperluas sumber informasi dan data dibanding sarana yang dapat menciptakan keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan.
Dari sisi evaluasi pemanfaatan teknologi informasi kondisinya dapat dikatakan memprihatinkan dengan masih adanya beberapa departemen/institusi yang tidak pernah melakukan audit penerapan teknologi informasi kalau pun ada sebagian besar pelaksanaannya masih bersifat ad-hoc. Jika ditelaah lebih lanjut, jenis audit penerapan teknologi informasi yang sering dilakukan lebih merupakan audit non-finansial dibanding audit finansial. Hal ini menunjukkan aspek efektifitas penerapan teknologi informasi lebih mendapatkan perhatian dibandingkan aspek efisiensinya. Selain itu, tanggapan departemen/institusi atas keterkaitan audit manajemen dengan audit teknologi informasi amat rendah, baik yang menyatakan terkait maupun yang menyatakan tidak terkait. Hal ini perlu diakui lebih lanjut karena tanggapan ini tidak mendukung kesimpulan sebelumnya, yaitu sebagian besar departemen/institusi menyatakan adanya keselarasan visi dan misi institusi dengan penerapan teknologi informasinya.

Seperti halnya pada pemahaman akan tingkat pemanfaatan teknologi informasi, “concern” sebagian besar departemen/institusi pemerintah dengan adanya kebijakan nasional lebih tertumpu pada adanya aturan tata cara akses informasi oleh pihak luar/publik dibanding pada adanya panduan bagaimana departemen/institusi harus menempatkan teknologi informasi untuk review, monitor dan evaluasi.

a. Sumber daya manusia dalam bidang teknologi informasi

Ketersediaan SDM dalam bidang teknologi informasi tampaknya menjadi kendala utama yang dihadapi oleh sebagian besar departemen/institusi pemerintah. Hal ini besar kemungkinannya berkaitan dengan pola pengembangan SDM di bidang teknologi informasi yang kurang menarik minat orang-orang yang berkualitas seperti:

a) masalah dengan gaji dan fasilitas yang kurang memadai,

b) program pengembangan SDM lebih berupa pelatihan internal atau seminat/workshop dibanding memberikan bea siswa misalnya,

c) cakupan pekerjaan yang sebagian besar berada pada level “operator” dalam bentuk pemeliharaan data dan aplikasi atau pelatihan pada pemakai walaupun ada juga yang sampai pada level “analis” seperti perancangan aplikasi,

d) tidak adanya perlakuan khusus baik dalam bentuk insentif maupun jenjang karier.

Sebagian besar departemen/institusi mengharapkan adanya kebijakan yang mengatur struktur dan jenjang karir SDM di bidang teknologi informasi dan juga kebijakan untuk pendidikan teknologi informasi berupa sertifikasi dan areditasi dalam kebijakan nasional dalam teknologi informasi.

BAB III
PENUTUP

Analisis dan Kesimpulan

Kegiatan pengembangan yang banyak dilakukan oleh departemen/institusi pemerintah adalah pengembangan perangkat lunak. Sedangkan produk lokal yang sering mereka gunakan adalah masih sebatas jasa pelatihan. Sebagian besar faktor dana sebagai penghambat utama dalam pengembangan teknologi informasi. Mereka mengharapkan dukungan strategi, prioritas dan arah kebijakan riset dan strategi pengembangan tenaga ahli dididang teknologi informasi sebagai bagian dari kebijakan nasional dibidang teknologi informasi untuk dapat meningkatkan jumlah dan mutu hasil riset di bidang mutu teknologi informasi.

Dalam melakukan evaluasi keberhasilan investasi teknologi informasi, maka departemen/institusi pemerintah menganggap kriteria yang paling penting adalah efektifitas dan kualitas dalam pelayanan, kemudian diikuti oleh produktifitas dan pelayanan organisasi serta pemanfaatan dan utilisasi teknologi informasi. Sementara faktor efisiensi dalam mengurangi biaya operasi dan penyelenggaraan korporat (organisasi perusahaan yang efektif dan baik masih belum dilihat sebagai kriteria yang paling penting untuk dievaluasi.

Departemen/institusi pemerintah perlu mendirikan suatu lembaga di tingkat nasional yang menangani teknologi informasi secara khusus. Yang berbentuk komisi independen sebatas koordinasi antar departemen dalam bentuk konsorsium.

DAFTAR PUSTAKA

http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/peran-teknologi-informasi-di-bidang-pemerintahan

kamang, 2009. PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DI BIDANG PEMERINTAHAN. Jatinagor

JARINGAN KOMPUTER

Jaringan computer

  1. Pengertian

Jaringan Komputer adalah sebuah kumpulan computer, printer dan peralatan lainnya yang terhubungan.

Ciri-ciri jaringan  Computer :

  1. Berbagi perangkat keras (hardware),
  2. Berbagi perangkat lunak (software),
  3. Berbagi saluran komunikasi (internet),
  4. Berbagi data dengan mudah,
  5. Memudahkan komunikasi antar pemakai jaringan.
  1. Jaringan-jaringan computer

1)             LAN (Local Area Network)

Jaringan yang dibatasi oleh area yang relative kecil, umumna dibataso oleh area lingkungan seperti sebuah perkantoran, disebuah gedung, ata sebuah sekolah, dan biasanya tidak jauh.

2)             MAN ( Metropolitan Area Network)

Sebuah MAN biasanya meliputi area yang lebih besar dari LAN. Mislanya antar wilayah dalam 1 propinsi.

3)             WAN ( Wide Area Network)

WAN adalah jaringan yang LIngkupnya biasanya sudah menggunakan sarana satelit ataupun kabel bawah laut.

Contoh : Keseluruhan jaringan bank BNI yang ada di Indonesia ataupun yang ada di Negara-negara lain.

4)      Internet (Interconnected-Networking)

yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini dinamakan internetworking.

  1. Topologi Jaringan
    1. Bintang (Star)

Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

  1. Kelebihan
  • Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  • Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  • Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  • Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
  1. Kekurangan
  • Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
  1. Penanganan
  • Perlunya disiapkan node tengah cadangan.
  1. Jala  (Mesh)

sejenis topologi jaringan yang menerapkan hubungan antarsentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan ini adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Topologi ini selain kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

  1. Pohon (Tree)

Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

  1. Cincin (Ring)

Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

  1. Bus

Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel.

Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.

Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.

*Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

  1. Perangkat LAN
    1. Jaringan computer yang menggunakan media kabel,
    2. Netword Interface card ( NIC). Suatu perangkat antar muka untuk menghubungkan satu computer dengan computer lainnya,
    3. Switch/ hubungan perangkat yang difungsikan mengatur komunikasi data untuk mengkoneksikan kabe UTP yang biasanya menggunakan topologi star. Perangkat ini berfungsi sebagai terminal dari beberapa computer,
    4. Sever, computer khusus atau computer yang dijadikan sebagai sentral untuk pengolahan data dan komunikasi lainnya. Contoh : webmail, webserver, dll,
    5. Repeater, perangkat untuk memperkuat sinyal dengan cara menerima sinyal dari suatu segmen LAN dan memancarkannya kembali dengan kekuyatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen LAN yang lain,
    6. Bridge, perangkat untuk memisahkan jaringan yang luas menjadi sub. Jaringan yang lebih kecil. Bridge juga digunakan untuk menghubungkan 2 jenis jaringan yang berbeda,
    7. Konter, perangkat yang akat melewatkan paket IP dari suatu jaringan ke jaringan lain.
    8. Modem (Modulator Demulator), untuk menghubungakan atau alternatif ke Internet.

ASCII (American Standard Code of Informaton Interchange)

Tabel ASCII (American Standard Code of Informaton Interchange)

DEC OCT HEX BIN Symbol HTML Number HTML Name Description
0 000 00 00000000 NUL Null char
1 001 01 00000001 SOH &#1; Start of Heading
2 002 02 00000010 STX &#2; Start of Text
3 003 03 00000011 ETX &#3; End of Text
4 004 04 00000100 EOT &#4; End of Transmission
5 005 05 00000101 ENQ &#5; Enquiry
6 006 06 00000110 ACK &#6; Acknowledgment
7 007 07 00000111 BEL &#7; Bell
8 010 08 00001000 BS &#8; Back Space
9 011 09 00001001 HT Horizontal Tab
10 012 0A 00001010 LF Line Feed
11 013 0B 00001011 VT &#11; Vertical Tab
12 014 0C 00001100 FF &#12; Form Feed
13 015 0D 00001101 CR Carriage Return
14 016 0E 00001110 SO &#14; Shift Out / X-On
15 017 0F 00001111 SI &#15; Shift In / X-Off
16 020 10 00010000 DLE &#16; Data Line Escape
17 021 11 00010001 DC1 &#17; Device Control 1 (oft. XON)
18 022 12 00010010 DC2 &#18; Device Control 2
19 023 13 00010011 DC3 &#19; Device Control 3 (oft. XOFF)
20 024 14 00010100 DC4 &#20; Device Control 4
21 025 15 00010101 NAK &#21; Negative Acknowledgement
22 026 16 00010110 SYN &#22; Synchronous Idle
23 027 17 00010111 ETB &#23; End of Transmit Block
24 030 18 00011000 CAN &#24; Cancel
25 031 19 00011001 EM &#25; End of Medium
26 032 1A 00011010 SUB &#26; Substitute
27 033 1B 00011011 ESC &#27; Escape
28 034 1C 00011100 FS &#28; File Separator
29 035 1D 00011101 GS &#29; Group Separator
30 036 1E 00011110 RS &#30; Record Separator
31 037 1F 00011111 US &#31; Unit Separator
32 040 20 00100000 Space
33 041 21 00100001 ! ! Exclamation mark
34 042 22 00100010 &quot; Double quotes (or speech marks)
35 043 23 00100011 # # Number
36 044 24 00100100 $ $ Dollar
37 045 25 00100101 % % Procenttecken
38 046 26 00100110 & & &amp; Ampersand
39 047 27 00100111 Single quote
40 050 28 00101000 ( ( Open parenthesis (or open bracket)
41 051 29 00101001 ) ) Close parenthesis (or close bracket)
42 052 2A 00101010 * * Asterisk
43 053 2B 00101011 + + Plus
44 054 2C 00101100 , , Comma
45 055 2D 00101101 Hyphen
46 056 2E 00101110 . . Period, dot or full stop
47 057 2F 00101111 / / Slash or divide
48 060 30 00110000 0 0 Zero
49 061 31 00110001 1 1 One
50 062 32 00110010 2 2 Two
51 063 33 00110011 3 3 Three
52 064 34 00110100 4 4 Four
53 065 35 00110101 5 5 Five
54 066 36 00110110 6 6 Six
55 067 37 00110111 7 7 Seven
56 070 38 00111000 8 8 Eight
57 071 39 00111001 9 9 Nine
58 072 3A 00111010 : : Colon
59 073 3B 00111011 ; ; Semicolon
60 074 3C 00111100 < < &lt; Less than (or open angled bracket)
61 075 3D 00111101 = = Equals
62 076 3E 00111110 > > &gt; Greater than (or close angled bracket)
63 077 3F 00111111 ? ? Question mark
64 100 40 01000000 @ @ At symbol
65 101 41 01000001 A A Uppercase A
66 102 42 01000010 B B Uppercase B
67 103 43 01000011 C C Uppercase C
68 104 44 01000100 D D Uppercase D
69 105 45 01000101 E E Uppercase E
70 106 46 01000110 F F Uppercase F
71 107 47 01000111 G G Uppercase G
72 110 48 01001000 H H Uppercase H
73 111 49 01001001 I I Uppercase I
74 112 4A 01001010 J J Uppercase J
75 113 4B 01001011 K K Uppercase K
76 114 4C 01001100 L L Uppercase L
77 115 4D 01001101 M M Uppercase M
78 116 4E 01001110 N N Uppercase N
79 117 4F 01001111 O O Uppercase O
80 120 50 01010000 P P Uppercase P
81 121 51 01010001 Q Q Uppercase Q
82 122 52 01010010 R R Uppercase R
83 123 53 01010011 S S Uppercase S
84 124 54 01010100 T T Uppercase T
85 125 55 01010101 U U Uppercase U
86 126 56 01010110 V V Uppercase V
87 127 57 01010111 W W Uppercase W
88 130 58 01011000 X X Uppercase X
89 131 59 01011001 Y Y Uppercase Y
90 132 5A 01011010 Z Z Uppercase Z
91 133 5B 01011011 [ [ Opening bracket
92 134 5C 01011100 \ \ Backslash
93 135 5D 01011101 ] ] Closing bracket
94 136 5E 01011110 ^ ^ Caret – circumflex
95 137 5F 01011111 _ _ Underscore
96 140 60 01100000 ` ` Grave accent
97 141 61 01100001 a a Lowercase a
98 142 62 01100010 b b Lowercase b
99 143 63 01100011 c c Lowercase c
100 144 64 01100100 d d Lowercase d
101 145 65 01100101 e e Lowercase e
102 146 66 01100110 f f Lowercase f
103 147 67 01100111 g g Lowercase g
104 150 68 01101000 h h Lowercase h
105 151 69 01101001 i i Lowercase i
106 152 6A 01101010 j j Lowercase j
107 153 6B 01101011 k k Lowercase k
108 154 6C 01101100 l l Lowercase l
109 155 6D 01101101 m m Lowercase m
110 156 6E 01101110 n n Lowercase n
111 157 6F 01101111 o o Lowercase o
112 160 70 01110000 p p Lowercase p
113 161 71 01110001 q q Lowercase q
114 162 72 01110010 r r Lowercase r
115 163 73 01110011 s s Lowercase s
116 164 74 01110100 t t Lowercase t
117 165 75 01110101 u u Lowercase u
118 166 76 01110110 v v Lowercase v
119 167 77 01110111 w w Lowercase w
120 170 78 01111000 x x Lowercase x
121 171 79 01111001 y y Lowercase y
122 172 7A 01111010 z z Lowercase z
123 173 7B 01111011 { { Opening brace
124 174 7C 01111100 | | Vertical bar
125 175 7D 01111101 } } Closing brace
126 176 7E 01111110 ~ ~ Equivalency sign – tilde
127 177 7F 01111111  Delete
128 200 80 10000000 &euro; Euro sign
129 201 81 10000001
130 202 82 10000010 &sbquo; Single low-9 quotation mark
131 203 83 10000011 ƒ ƒ &fnof; Latin small letter f with hook
132 204 84 10000100 &bdquo; Double low-9 quotation mark
133 205 85 10000101 &hellip; Horizontal ellipsis
134 206 86 10000110 &dagger; Dagger
135 207 87 10000111 &Dagger; Double dagger
136 210 88 10001000 ˆ ˆ &circ; Modifier letter circumflex accent
137 211 89 10001001 &permil; Per mille sign
138 212 8A 10001010 Š Š &Scaron; Latin capital letter S with caron
139 213 8B 10001011 &lsaquo; Single left-pointing angle quotation
140 214 8C 10001100 Œ Œ &OElig; Latin capital ligature OE
141 215 8D 10001101
142 216 8E 10001110 Ž ž Latin captial letter Z with caron
143 217 8F 10001111
144 220 90 10010000
145 221 91 10010001 &lsquo; Left single quotation mark
146 222 92 10010010 &rsquo; Right single quotation mark
147 223 93 10010011 &ldquo; Left double quotation mark
148 224 94 10010100 &rdquo; Right double quotation mark
149 225 95 10010101 &bull; Bullet
150 226 96 10010110 &ndash; En dash
151 227 97 10010111 &mdash; Em dash
152 230 98 10011000 ˜ ˜ &tilde; Small tilde
153 231 99 10011001 &trade; Trade mark sign
154 232 9A 10011010 š š &scaron; Latin small letter S with caron
155 233 9B 10011011 &rsaquo; Single right-pointing angle quotation mark
156 234 9C 10011100 œ œ &oelig; Latin small ligature oe
157 235 9D 10011101
158 236 9E 10011110 ž Latin small letter z with caron
159 237 9F 10011111 Ÿ Ÿ &yuml; Latin capital letter Y with diaeresis
160 240 A0 10100000 &nbsp; Non-breaking space
161 241 A1 10100001 ¡ ¡ &iexcl; Inverted exclamation mark
162 242 A2 10100010 ¢ ¢ &cent; Cent sign
163 243 A3 10100011 £ £ &pound; Pound sign
164 244 A4 10100100 ¤ ¤ &curren; Currency sign
165 245 A5 10100101 ¥ ¥ &yen; Yen sign
166 246 A6 10100110 ¦ ¦ &brvbar; Pipe, Broken vertical bar
167 247 A7 10100111 § § &sect; Section sign
168 250 A8 10101000 ¨ ¨ &uml; Spacing diaeresis – umlaut
169 251 A9 10101001 © © &copy; Copyright sign
170 252 AA 10101010 ª ª &ordf; Feminine ordinal indicator
171 253 AB 10101011 « « &laquo; Left double angle quotes
172 254 AC 10101100 ¬ ¬ &not; Not sign
173 255 AD 10101101 ­ &shy; Soft hyphen
174 256 AE 10101110 ® ® &reg; Registered trade mark sign
175 257 AF 10101111 ¯ ¯ &macr; Spacing macron – overline
176 260 B0 10110000 ° ° &deg; Degree sign
177 261 B1 10110001 ± ± &plusmn; Plus-or-minus sign
178 262 B2 10110010 ² ² &sup2; Superscript two – squared
179 263 B3 10110011 ³ ³ &sup3; Superscript three – cubed
180 264 B4 10110100 ´ ´ &acute; Acute accent – spacing acute
181 265 B5 10110101 µ µ &micro; Micro sign
182 266 B6 10110110 &para; Pilcrow sign – paragraph sign
183 267 B7 10110111 · · &middot; Middle dot – Georgian comma
184 270 B8 10111000 ¸ ¸ &cedil; Spacing cedilla
185 271 B9 10111001 ¹ ¹ &sup1; Superscript one
186 272 BA 10111010 º º &ordm; Masculine ordinal indicator
187 273 BB 10111011 » » &raquo; Right double angle quotes
188 274 BC 10111100 ¼ ¼ &frac14; Fraction one quarter
189 275 BD 10111101 ½ ½ &frac12; Fraction one half
190 276 BE 10111110 ¾ ¾ &frac34; Fraction three quarters
191 277 BF 10111111 ¿ ¿ &iquest; Inverted question mark
192 300 C0 11000000 À À &Agrave; Latin capital letter A with grave
193 301 C1 11000001 Á Á &Aacute; Latin capital letter A with acute
194 302 C2 11000010 Â Â &Acirc; Latin capital letter A with circumflex
195 303 C3 11000011 Ã Ã &Atilde; Latin capital letter A with tilde
196 304 C4 11000100 Ä Ä &Auml; Latin capital letter A with diaeresis
197 305 C5 11000101 Å Å &Aring; Latin capital letter A with ring above
198 306 C6 11000110 Æ Æ &AElig; Latin capital letter AE
199 307 C7 11000111 Ç Ç &Ccedil; Latin capital letter C with cedilla
200 310 C8 11001000 È È &Egrave; Latin capital letter E with grave
201 311 C9 11001001 É É &Eacute; Latin capital letter E with acute
202 312 CA 11001010 Ê Ê &Ecirc; Latin capital letter E with circumflex
203 313 CB 11001011 Ë Ë &Euml; Latin capital letter E with diaeresis
204 314 CC 11001100 Ì Ì &Igrave; Latin capital letter I with grave
205 315 CD 11001101 Í Í &Iacute; Latin capital letter I with acute
206 316 CE 11001110 Î Î &Icirc; Latin capital letter I with circumflex
207 317 CF 11001111 Ï Ï &Iuml; Latin capital letter I with diaeresis
208 320 D0 11010000 Ð Ð &ETH; Latin capital letter ETH
209 321 D1 11010001 Ñ Ñ &Ntilde; Latin capital letter N with tilde
210 322 D2 11010010 Ò Ò &Ograve; Latin capital letter O with grave
211 323 D3 11010011 Ó Ó &Oacute; Latin capital letter O with acute
212 324 D4 11010100 Ô Ô &Ocirc; Latin capital letter O with circumflex
213 325 D5 11010101 Õ Õ &Otilde; Latin capital letter O with tilde
214 326 D6 11010110 Ö Ö &Ouml; Latin capital letter O with diaeresis
215 327 D7 11010111 × × &times; Multiplication sign
216 330 D8 11011000 Ø Ø &Oslash; Latin capital letter O with slash
217 331 D9 11011001 Ù Ù &Ugrave; Latin capital letter U with grave
218 332 DA 11011010 Ú Ú &Uacute; Latin capital letter U with acute
219 333 DB 11011011 Û Û &Ucirc; Latin capital letter U with circumflex
220 334 DC 11011100 Ü Ü &Uuml; Latin capital letter U with diaeresis
221 335 DD 11011101 Ý Ý &Yacute; Latin capital letter Y with acute
222 336 DE 11011110 Þ Þ &THORN; Latin capital letter THORN
223 337 DF 11011111 ß ß &szlig; Latin small letter sharp s – ess-zed
224 340 E0 11100000 à à &agrave; Latin small letter a with grave
225 341 E1 11100001 á á &aacute; Latin small letter a with acute
226 342 E2 11100010 â â &acirc; Latin small letter a with circumflex
227 343 E3 11100011 ã ã &atilde; Latin small letter a with tilde
228 344 E4 11100100 ä ä &auml; Latin small letter a with diaeresis
229 345 E5 11100101 å å &aring; Latin small letter a with ring above
230 346 E6 11100110 æ æ &aelig; Latin small letter ae
231 347 E7 11100111 ç ç &ccedil; Latin small letter c with cedilla
232 350 E8 11101000 è è &egrave; Latin small letter e with grave
233 351 E9 11101001 é é &eacute; Latin small letter e with acute
234 352 EA 11101010 ê ê &ecirc; Latin small letter e with circumflex
235 353 EB 11101011 ë ë &euml; Latin small letter e with diaeresis
236 354 EC 11101100 ì ì &igrave; Latin small letter i with grave
237 355 ED 11101101 í í &iacute; Latin small letter i with acute
238 356 EE 11101110 î î &icirc; Latin small letter i with circumflex
239 357 EF 11101111 ï ï &iuml; Latin small letter i with diaeresis
240 360 F0 11110000 ð ð &eth; Latin small letter eth
241 361 F1 11110001 ñ ñ &ntilde; Latin small letter n with tilde
242 362 F2 11110010 ò ò &ograve; Latin small letter o with grave
243 363 F3 11110011 ó ó &oacute; Latin small letter o with acute
244 364 F4 11110100 ô ô &ocirc; Latin small letter o with circumflex
245 365 F5 11110101 õ õ &otilde; Latin small letter o with tilde
246 366 F6 11110110 ö ö &ouml; Latin small letter o with diaeresis
247 367 F7 11110111 ÷ ÷ &divide; Division sign
248 370 F8 11111000 ø ø &oslash; Latin small letter o with slash
249 371 F9 11111001 ù ù &ugrave; Latin small letter u with grave
250 372 FA 11111010 ú ú &uacute; Latin small letter u with acute
251 373 FB 11111011 û û &ucirc; Latin small letter u with circumflex
252 374 FC 11111100 ü ü &uuml; Latin small letter u with diaeresis
253 375 FD 11111101 ý ý &yacute; Latin small letter y with acute
254 376 FE 11111110 þ þ &thorn; Latin small letter thorn
255 377 FF 11111111 ÿ ÿ &yuml; Latin small letter y with diaeresis

MANFAAT INTERNET DALAM BERBAGAI BIDANG

KATA PENGANTAR

Bismillahhirrohmanirrohim.

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT serta sholawat serta salam tercurahkan ke junjungan kita Nabi Muhammad SAW, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Pengantar Teknologi Informasi dengan judul MANFAAT INTERNET DALAM BERBAGAI BIDANG.

Adapun penulisan makalah ini dapat terselesaikan berkat bantuan dari segala pihak yang membantu menyelesaikan makalah ini.
Maka dari itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Direktur Utama Politeknik Negeri Padang
2. Ketua Jurusan Teknologi Informasi yang telah memberikan tugas untuk pembuatam makalah ini
3. Rekan-rekan se-angkatan yang membantu,mendorong serta memberikan informasi yang sangat diperlukan dalam penyusunan makalah ini hingga dapat terselesaikan
4. Semua pihak yang telah ikut berpartisipasi serta telah memberikan semangat dalam membantu menyelesaikan makalah ini

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kesalahan dan kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan sumbangan pikiran, pendapat serta saran – saran yang berguna demi penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca.
Terima Kasih

PADANG, 7 DESEMBER 2009

Penulis

Pendahuluan

Internet merupakan sarana penting bagi Dosen/guru dan profesionalis lainnya untuk mengembangkan profesionalitasnya. Pangkalnya internet telah memberikan akses menakjubkan mengenai informasi pendidikan maupun informasi lain sampai dibelahan bumi mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat. Hasil-hasil penelitian yang termuat dalam jurnal-jurnal pendidikan, program pendidikan terbaru diberbagai negara, buku-buku terbaru, model kurikulum terbaru, profil pendidikan dari TK sampai ke perguruan tinggi, kebijakan pendidikan, dan pendalaman pelajaran dapat diperoleh dengan mudah dan cepat.

Jika dulu untuk memperoleh hasil penelitian pendidikan dengan datang ke perpustakaan atau membayar untuk membeli jurnal, sekarang dengan internet cukup mengakses jurnal yang dapat dilakukan sendiri di rumah atau dimana saja dengan menu yang sama, bahkan lebih banyak dan bermacam-macam. Jika informasinya kurang lengkap kita bisa pesan melalui e-mail yang tersedia.

Untuk menulis makalah, buku, artikel atau menyusun skripsi, tesis maupun disertasi akan menjadi mudah karena sumbernya tersedia. Kita bisa mencoba membuka http://www.ut.ac.id, http://www.depdiknas.go.id/balitbang atau buka ERIC Digest, ERIC database, ERIC/EECE, atau bisa mencari melalui search engine yang disediakan oleh www.altavista.com, www.yahoo.com atau lainnya maka akan diperoleh puluhan dokumen dan hasil penelitian tentang pendidikan maupun lainnya.

Dengan internet dosen/guru dapat saling tukar menukar informasi mengenai pengalaman mengajar, persoalan-persoalan yang menyangkut masalah pendidikan baik kepada sesama dosen/guru, maupun dengan mahasiswa/peserta didik dengan fasilitas internet seperti e-mail, dan teleconference. Antar perguruan tinggi/sekolah dapat saling berhubungan untuk saling tukar menukar informasi, proses belajar mengajar tidak hanya di kampus/kelas saja tapi melalui jarak jauh dapat dilaksanakan. Pendek kata dengan internet kita bisa melakukan apa saja. Dari mencari berita, kursus, kirim “surat”, belanja, main game, sampai ngobrol.

Melalui internet siapa saja, dimana saja dan kapan saja dapat mengakses informasi dan berkomunikasi dengan murah, mudah dan cepat bahkan simultan.

Murah, mudah dan cepat serta interaktif (dua arah bahkan lebih) menjadi karakteristik internet yang menyebabkan terjadinya lompatan (kuantum) penggunaan internet. Untuk mencapai 50 juta users , TV membutuhkan waktu 13 tahun, komputer 16 tahun, radio 30 tahun sedang internet hanya membutuhkan waktu 4 tahun.

Pemanfaatan INTERNET dalam Dunia Pendidikan

Manfaat Internet sebagai salah satu media terbesar di dunia bisa digunakan sebagai pendorong majunya pendidikan di Indonesia khususnya.

Teknologi internet hadir sebagai media / sarana yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara massal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Dengan adanya aplikasi teleconference, INTERNET juga dapat hadir secara real time audio visual seperti pada metode konvensional.

Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu :

a. sebagai media interpersonal dan massa

b. bersifat interaktif

c. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron

Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional.

Teknologi INTERNET menunjang para pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Mereka tetap dapat berkomunikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, mailing list, dan chatting. Mailing list dapat dimanfaatkan sebagai media diskusi, dimana pakar / pengajar akan berdiskusi bersama anggota mailing list. Metode ini mampu menghilangkan jarak antara pakar / pengajar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan nonformal pada mailing list ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif.

Beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi dalam dunia pendidikan antara lain :

–          arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat

–          kemudahan mendapatkan resource yang lengkap

–          aktifitas pembelajaran pelajar meningkat

–          daya tampung meningkat

–          adanya standardisasi pembelajaran

–          meningkatkan learning outcomes baik kuantitas maupun kualitas

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa INTERNET bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer dan pelengkap. Metoda konvensional tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Media diskusi konvensional mengalami modifikasi menjadi diskusi melalui mailing list.

Pemakaian Komputer dalam Proses Belajar

Sebelumnya perlu dijelaskan istilah CAI dan CMI yang digunakan dalam kegiatan belajar dengan komputer.

CAI yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI dapat sebagai tutor yang menggantikan guru di dalam kelas. CAI juga sangat beragam bentuknya, tergantung dari kemampuan desainer dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.

CMI digunakan sebagai pembantu pengajar menjalankan fungsi administratif yang meningkat, seperti rekapitulasi data prestasi siswa, database buku / e-library, kegiatan administratif sekolah seperti pencatatan pembayaran, kuitansi dan sebagainya.

Pada masa sekarang CMI & CAI bersamaan fungsinya dan kegiatannya seperti pada e-Learning, dimana urusan administrasi dan kegiatan belajar mengajar sudah masuk dalam satu sistem.

Pemakaian Komputer dalam Kegiatan Pembelajaran

Untuk Tujuan Kognitif

Komputer dapat mengajarkan konsep-konsep aturan, prinsip, langkah-langkah, proses, dan kalkulasi yang kompleks. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri.

Untuk Tujuan Psikomotor

Dengan bentuk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games & simulasi, sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia pendidikan. Beberapa contoh program antara lain simulasi pendaratan pesawat, simulasi penggabungan unsur kimia, simulasi rangkaian elektronika, dan lain sebagainya.

Untuk Tujuan Afektif

Bila suatu program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan, pembelajaran sikap / afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer.

Manfaat INTERNET dalam Dunia Usaha

Dengan semakin berkembangnya INTERNET sekarang ini, semakin berkembang pula pemanfaatan INTERNET dalam upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satunya adalah memanfaatkan INTERNET dalam dunia usaha mereka. Dengan semakin banyak orang yang memanfaatkan/menggunakan INTERNET, juga membuka peluang tersendiri. Seperti peluang untuk menyediakan jasa layanan INTERNET ( ISP ), warung INTERNET ( warnet ), VoIP ( voice over internet protocol ), dan lain sebagainya.

Manfaat INTERNET dalam Pemasaran Barang dan Jasa

Banyak sekali manfaat INTERNET bagi perusahaan atau para produsen barang maupun jasa. Banyak sekali perusahaan atau para penyedia barang dan jasa akhir-akhir ini menggunakan media INTERNET untuk memasarkan barang dan jasa mereka. Dengan menggunakan media ini banyak kelebihan yang didapatkan oleh perusahaan dengan membangun sebuah halaman web perusahaan mereka masing-masing. Keuntungan dari web tersebut antara lain :

–          Web dapat memantapkan kehadiran perusahaan di dunia bisnis.

–          Web memberikan kesempatan bagi perusahaan memasuki jaringan yang lebih   global.

–          Web menyediakan informasi bisnis untuk pelanggan dan masyarakat secara  luas.

–          Web dapat memberikan pelayanan kepada pelanggan secara lebih baik dengan  adanya berbagai fasilitas yang menarik dan interaktif.

–          Web dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk maupun perusahaan.

–          Web menjadi sarana pemberitaan informasi yang sensitif terhadap waktu.

–          Web juga dapat dijadikan sarana menjual produk atau tempat transaksi.

–          Web dapat menyajikan informasi secara interaktif dengan memanfaatkan multimedia.

–          Web mampu mencapai pasar ditinjau secara demografi sesuai dengan yang diinginkan.

–          Web menjadi saran untuk tanya jawab antara pelanggan dengan perusahaan  atau sering disebut frequently asked question (FAQ)

–          Web dapat memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk melakukan kontak atau berkomunikasi dengan pramuniaganya secara langsung dengan fasilitas chat online ataupun yang lainnya.

–          Web membuka kemungkinan bagi perusahaan memasuki pasar internasional.

–          Web dapat menciptakan pelayanan 24 jam.

–          Web  memungkinkan melakukan perubahan informasi yang tersedia dengan cepat.

–          Web akan memberikan kesempatan pelanggan untuk memberikan umpan balik kepada perusahaan.

–          Web dapat dijadikan ajang uji coba terhadap produk dan jasa yang ditawarkan.

–          Web dapat dijadikan saran media informasi, publikasi perusahaan dan promosi.

–          Web dapat mencapai pasar yang terspesilisasi.

–          Web juga dapat digunakan untuk memberikan pelayanan kepada pasar lokal.

Selain manfaat INTERNET bagi para penyedia barang dan jasa di atas, juga menjadi suatu kemudahan bagi para pelanggan atau para pencari barang ataupun jasa, antara lain :

–          Katalog produk secara elektronis

–          Komunikasi pertukaran informasi antara satu pelanggan dengan pelanggan yang lain.

–          Mempermudah pencarian produk

–          Transaksi secara elektronis, sehingga akan mempermudah bagi pelanggan yang mempunyai waktu terbatas.

–          Penghematan waktu dan biaya dalam membeli barang.

–          Sumber informasi update barang atau jasa, dan sebagainya.

Manfaat INTERNET dalam Menciptakan Lapangan Usaha yang Baru

Dengan semakin luas perkembangan dunia INTERNET, dan juga semakin banyak orang mambutuhkan layanan INTERNET, maka timbullah peluang usaha yang baru antara lain :

–          Warung internet ( warnet )

–          Telepon dengan teknologi VoIP

–          Penyedia layanan INTERNET / ISP ( Internet Service Provider )

–          Dan lainnya

Pemanfaatan Internet dalam Pemerintahan

Pemanafaatan INTERNET dalam suatu institusi dapat membuat pekerjaan semakin efektif. Untuk dinas pemerintahan, internet akan sangat membantu dalam menyukseskan program e- government. Dalam e-government, internet menjadi teknologi yang berperan dalam proses penyediaan dan transfer informasi dari pemerintah kepada pihak lain, misalnya warga masyarakat, ataupun sebaliknya.

Dengan porogram e-goverment tersebut, suatu dinas pemerintahan lokal maupun nasional, dapat mempresentasikan keunggulan dan potensi-potensi daerah masing-masing, seperti potensi usaha, potensi pariwisata, kekayaan dan sumber daya alam, dan sebagainya. Sehingga akan sangat membantu pelayanan terhadap masyarakat luar maupun masyarakat setempat yang membutuhkan informasi tentang daerah yang dimaksud.

Dengan demikian, secara tidak langsung akan membantu perkembangan suatu daerah, dalam hal ekonomi, sosial, kebudayaan, dan yang lainnya. Orang luar akan dapat mengetahui peluang-peluang usaha di suatu daerah dengan mudah melalui e-goverment. Begitu juga masyarakat setempat akan dapat mempresentasikan kekayaan atau produk-produk daerah setempat, sehingga masyarakat luar dapat mengetahuinya.

Manfaat INTERNET bagi Masyarakat

Di zaman sekarang, dengan mudahnya masyarakat bisa mendapatkan layanan INTERNET. Banyak penyedia layanan INERNET menawarkan layanan mereka dengan berbagai pilihan yang sesuai dengan kebutuhan para pelanggannya. Warung Internet ( warnet ) pun sudah semakin banyak didirikan. Semua itu dikarenakan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakt akan jasa layanan INTERNET.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dari INTERNET. Kita dapat memproleh informasi tentang segala sesuatu yang kita inginkan melalui INTERNET. Dengan INTERNET, kita dapat memperoleh perkemangan berita lebih cepat, informasi lowongan kerja, informasi teknologi terbaru, untuk tukar pendapat dengan orang lain, untuk berkomunikasi dengan teman atuau saudara yang jauh jaraknya, dan lain sebagainya.

Secara umum, manfaat INTERNET bagi mayarakat yaitu dapat menambah wawasan masyarakat tentang perkembangan informasi dunia luar.

Beberapa contoh dari Pemanfaatan Internet :

• Di Bidang Pendidikan
Cara belajar yang benar dan efisien mempengaruhi  pemahaman dalam materi yang diajarkan. Cara belajar yang membosankan akan mengurangi minat belajar yang berujung pada kurangnya memahami materi tersebut.
Saat kita mencoba membaca buku yang terlihat hanyalah tulisan yang banyak, paragraf membosankan dan gambar yang sedikit dll.
Untuk itulah internet di manfaatkan sebagai wujud perkembangan teknologi dan berkembangnya juga cara belajar.
Sebagai contoh: Pada cara pemahaman materi yang diterapkan di kampus saya, Gunadarma University. Yaitu dengan adanya Integrated lab, Virtual Class dan Tugas Portofolio.
Integrated Lab (I-Lab) adalah Praktikan mengerjakan praktikum secara mandiri,semua perintah ,langkah-langkah pengerjaan praktikum dan permintaan jawaban atas suatu persoalaan yang berkaitan dengan praktikumnya dapat dilakukan melalui terminalnya masing-masing. I-lab berlokasi pada suatu kampus sehingga login dikerjakan dalam satu waktu. syarat login adalah username dan password yang ada distudentsite. I-lab terdiri dari pre-test,activity lab, dan post test. Ketigax memiliki batasan waktu sehingga dibutuhkan ketelitian untuk menjawab soal-soal yang ada.
Berbeda dengan I-lab, Virtual Class (V-Class) dapat login,membaca materi dan mengerjakan persoalan dirumah/warnet/ dimana saja selain itu syarat login adalah NPM (nomor pokok mahasiswa) dan password yang ada distudentsite. Disini kita juga bisa langsung berkomunikasi dengan dosen yang bersangkutan via chat, bila dosen membuka forum kita juga bisa mengemukakan pendapat.
Nilai yang didapat dari pengerjaan I-lab ataupun V-class dapat dilihat langsung, sehingga kita tahu dimana letak kesalahaan kita dan mengetahui batas kemampuan kita.
Tugas portofolio berkaitan dengan aktifitas blog yang dilakukan.
• Di Bidang Usaha
Mempromosikan suatu barang yang dibuat dapat dilakukan di internet. Kita dapat meng-upload foto-foto barang yang ingin kita jual di suatu situs social networking atau situs pribadi. Dan banyak cara juga menghasilkan uang diinternet.
• Di Bidang Sosial
Dengan adanya situs social networking, kita dapat berkomunikasi dengan berbagai orang di penjuru dunia, bahkan dengan teman lama dll.

• Di Bidang Kesehatan

Untuk mengetahui perkembangan penyakit-penyakit di seluruh dunia dan mengetahui alat-alat kedokteran yang terus-menerus semakin canggih, hal tersebut kita ketahui melalui internet.

• Hiburan
Rutinitas yang tiada henti membuat kita membutuhkan hiburan, hiburan dapat kita lakukan dimana saja begitupula di internet. Menonton video di youtube (http://www.youtube.com), mendengarkan lagu-lagu di immeem(http://www.imeem.com), bermain game yang ada di situs sosial networking (http://www.facebook.com , http://www.hi5.com, http://www.myyearbook.com, http://www.myspace.com dll) atau game onlines  dsb.
• Informasi
Mengetahui berita-berita terbaru di berbagai belahan didunia dapat dilakukan di internet, anda dapat browsing ke situs http://www.detik.com , http://www.okezone.com, dll

DAFTAR PUSTAKA

http://libiru.com/internet/214-manfaat-internet

http://www.smkn1samarinda.com/html/index.php?id=artikel&kode=43